Ada 16 Perusahaan Bakal IPO Saham di Semester I 2018, Ini Daftarnya
2018-03-09 17:39:05

PT Wahana Vinyl Nusantara bakal melepas 20 persen saham ke publik dengan target dana Rp1,5 triliun
Jumat, 09 Maret 2018 14:13:18 WIBRausyan Fikry
Image
Direktur Utama PT Wahana Vinyl Nusantara Steven Widjaja (kedua kiri) bersama Wakil Direktur Utama Djony Widjaja (kedua kanan), Direktur Nicholas Widjaja (kiri) dan Direktur Aaron Widjaja (kanan) meninjau tempat pengumpulan pusat produksi pipa Rucika, di PT Wahana Vinyl Nusantara, di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/2). (ANTARA FOTO/RISKY A)

Bareksa.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerima pendaftaran 16 perusahaan dalam pipeline yang akan melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham tahun ini. PT Wahana Vinyl Nusantara menjadi perusahaan paling baru yang telah melangsungkan mini ekspose dengan BEI.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia, Hamdi Hassyarbaini, menuturkan Wahana Vinyl Nusantara menargetkan dana sekitar Rp1,5 triliun dari pelaksanaan IPO saham. Perusahaan tersebut bakal menggunakan buku audit Desember untuk go public.

Wahana Duta Jaya merupakan produsen pipa PVC dengan merek dagang Rucika Wavin. Hamdi mengatakan pemegang saham perusahaan tersebut semuanya domestik.

“Semua orang kalau mendengar merek itu, tahu perusahaan seperti apa. Mereka menguasai pasar sekitar 50 persen,” katanya di Jakarta, Jumat, 9 Maret 2018.

Menurut Hamdi, cukup banyak perusahaan yang berminat melangsungkan IPO saham pada semester I 2018. Hal itu terjadi karena kondisi makro ekonomi Indonesia saat ini sedang bagus-bagusnya.

Selain itu, ada kemungkinan juga perusahaan memilih IPO saham semester I 2018 karena mengantisipasi pemilihan presiden yang akan berlangsung tahun depan.

Dari 16 perusahaan dalam pipeline yang akan melangsungkan IPO saham tahun ini, tiga di antaranya merupakan anak badan usaha milik negara (BUMN). Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Bank BRI Syariah, PT Tugu Pratama dan PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty).

Penjamin Emisi

Presiden Direktur Wahan Vinyl Nusantara, Steven Widjaja, mengatakan perseroan telah menunjuk tiga perusahaan efek menjadi penjamin emisi (underwriter). Tiga perusahaan tersebut adalah Citigroup Sekuritas Indonesia, RHB Sekuritas dan Mandiri Sekuritas.

Perseroan akan menerbitkan maksimum 20 persen dari modal disetor kepada publik. Nantinya, dana hasil IPO saham akan digunakan untuk ekspansi, yakni menambah kapasitas pabrik perseroan.

Menurut Steven, Wahan Vinyl sekarang memiliki kapasitas produksi 200 ribu ton per tahun. Jumlah tersebut akan ditingkatkan tahun depan setelah pelaksanaan IPO saham.

Peningkatan produksi dilakukan karena perseroan melihat peluang memilliki partner baru. Saat ini calon partner baru perseroan berasal dari Jepang dan Eropa. “Kita juga mungkin akan jajaki pasar ekspor, dananya untuk ekspansi semua,” ujarnya.

Daftar perusahaan yang sudah dan akan melangsungkan IPO 2018

Sumber: http://www.bareksa.com/id/text/2018/03/09/ada-16-perusahaan-bakal-ipo-saham-di-semester-1-2018-ini-daftarnya/18662/news

(AM)