BEI kedatangan tiga emiten baru, ini rincian saham dijual ke publik
2018-07-12 12:43:53

bursa saham. shutterstock

Merdeka.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan tiga emiten baru yang mencatatkan saham perdananya menjelang akhir pekan ini. Ketiga perusahaan yang melantai di bursa ini, antara lain PT Mahkota Group Tbk, PT Sinergi Megah Internusa Tbk, dan PT NFC Indonesia Tbk.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengucapkan selamat kepada tiga emiten yang tercatat di BEI hari ini.

"Menjadi perusahaan tercatat ini, kami dari BEI akan membantu bapak dan ibu-ibu semua komplai terhadap peraturan yang ada di BEI. Saya juga mengucapkan kepada tim dari masing-masing perusahaan yang tercatat karena sudah bertransformasi hari ini," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta (12/7).

PT Mahkota Group Tbk (MGRO) mencatatkan sebesar 703.688.000 saham baru dengan harga Penawaran Rp 225 dari hasil (Initial Public Offfering/IPO). Hal itu mengakibatkan Perseroan mendapatkan dana IPO senilai Rp 158.329.800.000.

Perseroan juga akan mencatatkan seluruh saham biasa atas nama pemegang saham sebelum penawaran umum Perdana saham sebesar 2.814.750.000 saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum Perdana saham.

Dengan demikian jumlah saham yang akan dicatatkan oleh perseroan di Bursa Efek Indonesia adalah sebesar 3.518.438.000 saham atau sebesar 100 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setalah penawaran umum saham ini.

Hasil dana IPO akan dipergunakan untuk melakukan peningkatan setoran modal ke entitas anak perseroan dengan rinciannya adalah sebagai seperti 60 persen akan digunakan untuk pengembangan industri hilir melalui investasi ke Entitas Anak PT Mutiara Unggul Lestari dan 40 persen yang digunakan untuk modal kerja ke Entitas Anak, yaitu PT Mutiara Unggul Lestari, PT Berlian Inti Mekar dan PT Intan Sejati Andalan.

Sementara itu, PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) yang diwakili Direktur Utamanya Abraham Theofilus mengatakan, IPO adalah langkah awal bagi perusahaan untuk berkembang di era digital seperti sekarang.

"Go public adalah langkah awal bagi perusahaan untuk challenge pada perkembangan saat ini dan juga tidak lupa ciptakan inovasi yang konsisten di era digital sekarang," kata dia.

NFCX akan melepas 166.667.500 lembar sa

ham biasa atau sebesar 25 persen dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum saham perdana.

Saham tersebut memiliki nominal Rp 100 dan dilepas dengan harga penawaran Rp 1.850 per lembar. Dari proses IPO, NFC Indonesia akan mengantongi dana segar Rp 308,33 miliar.

Adapun, PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA) melepas 1,2 miliar saham atau 15,58 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan dengan target perolehan dana sebesar Rp 324 miliar hingga Rp 396 miliar.

NUSA akan menggunakan dana hasil IPO untuk beragam kebutuhan yaitu 78,98 persen untuk penyertaan modal di anak perusahaan, 1,27 persen untuk meningkatkan modal kerja perseroan, 5,64 persen untuk belanja modal perluasan hotel, sedangkan sisanya 14,11 persen akan digunakan untuk melunasi utang perseroan pada Bank BNI.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber : (https://www.merdeka.com/uang/bei-kedatangan-tiga-emiten-baru-begini-pergerakan-sahamnya.html)