Dua Anggota Apindo Siap IPO Tahun Ini
2018-02-21 14:23:22

Dua Anggota Apindo Siap IPO Tahun Ini
Hariyadi B Sukamdani. ( Foto: Antara )
Devie Kania / FER Selasa, 20 Februari 2018 | 20:56 WIB

Jakarta - Dua anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) akan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada 2018. Korporasi tersebut, termasuk ke dalam 100 anggota Apindo yang dinilai siap IPO dan menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani menyatakan, anggota asosiasi berkisar 14.000 perusahaan. Dari jumlah tersebut, ada 500 perusahaan yang memadai untuk melaksanakan IPO. Namun, hanya sebanyak 100 anggota Apindo yang berpeluang melakukan penawaran umum perdana.

"Hal itu, berdasarkan aspek kesiapan administrasi dan minat perusahan untuk menjadi emiten. Meski demikian, baru dua perusahaan yang akan IPO tahun ini. Mandiri Group yang bergerak di bisnis batubara, dan Mahkota Group yang merupakan perusahaan kelapa sawit," ujar Hariyadi, di Jakarta, Selasa (20/2).

Hariyadi menjelaskan, khusus Mandiri Group, perusahaan tersebut berpeluang melaksanakan IPO saham pada Juni 2018. Meski memiliki nama yang mirip, perusahaan batu bara ini tidak memiliki kaitan dengan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Menurutnya, rencana kedua anggota Apindo untuk IPO merupakan langkah yang baik. Sebab, kondisi pasar cukup kondusif, dan indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang terus meningkat.

"Dua anggota Apindo yang berniat IPO itu, masing-masing memiliki aset di atas Rp 1 triliun. Adapun Apindo selalu berupaya mendukung peningkatkan pendanaan dari pasar modal," paparnya.

Menanggapi rencana penambahan anggota Apindo yang IPO, Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Franciscus Welirang, menyatakan, pihaknya mengapresiasi keputusan tersebut. Pasalnya, anggota Apindo yang merupakan emiten di BEI juga menjadi anggota AEI.

"Dengan penambahan anggota Apindo yang IPO, berarti kami akan mendapat tambahan anggota AEI. Oleh karena itu kami mengapresiasi, dan AEI juga berupaya terus mendorong kenaikan investasi lewat pasar modal,” tegas dia.

Kemudian saat dikonfirmasi, Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat menyatakan, pihaknya belum menerima dokumen resmi rencana IPO dari Mandiri Group ataupun Mahkota Group. Namun, dirinya mengakui, Mahkota Group yang berkantor di Medan, Sumatera Utara sudah pernah berdiskusi dengan BEI terkait proses IPO.

Untuk tahun 2018, BEI menyasar penambahan emiten baru sebanyak 35 perusahaan. Sedangkan tahun lalu, BEI mendapat penambahan emiten hingga 37 perusahaan. Samsul pernah menegaskan, pihaknya optimistis kisaran 10-12 korporasi baru akan merampungkan IPO, dan sudah listing di BEI pada semester I-2018.

Adapun sejak 1 Januari-20 Februari 2018 terdapat dua emiten baru, yakni PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM), dan PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS). Kemudian perusahaan lain yang tengah memproses bookbuilding IPO, antara lain PT Sky Energy Indonesia.