UA-136443515-1
Ingin Beri Inspirasi Komunitas di Kota Medan, YEC Motivasi Masyarakat untuk Berbisnis

Ingin Beri Inspirasi Komunitas di Kota Medan, YEC Motivasi Masyarakat untuk Berbisnis

Presiden Director PT Mahkota Group, Usli Sarsi (duduk di tengah) bersama panitia dan peserta talkshow ngopi bisnis di Warung Kopi Arjuna, CBD Polonia Medan, Sabtu (1/12/2018)

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Young Entrepreneurs Council (YEC) gelar Ngopi Bisnis dengan tema CEO Success Story oleh Presiden Director PT Mahkota Group, Usli Sarsi untuk berbagi ilmu, inspirasi dan motivasi.

Ketua Panitia Ngopi Bisnis, Andro Hartanto mengatakan acara Ngopi Bisnis ini digelar YEC untuk kedua kalinya agar semakin memotivasi masyarakat untuk berbisnis.

"Sejauh ini komunitas di Medan belum ada yang betul betul menginspirasi masyarakat untuk berbisnis, sehingga kita membuat acara ini agar memotivasi masyarakat untuk berbisnis. Melalui acara ini kita juga mempetemukan para pembisnis dan calon pembinis sehingga punya networking yang lebih luas," ujar Andro di Warung Kopi Arjuna, CBD Polonia Medan, Sabtu (1/12/2018).

Ia mengatakan acara ini diikuti lebih kurang 40 peserta yang berasal dari berbagai kalangan diantaranya mahasiswa, pembisnis, dan perbankan.

"Saya harap masyarakat Kota Medan lebih terbuka untuk berbisnis, jadi tidak hanya konsumtif tapi juga bisa produktif. Bergabunglah dengan YLC, YLC ini komunitas para pengusaha di Medan, disini jaringan kita semakin luas. Kita  punya motto work hard, stay hamble" kata Andro.

Hal yang senada juga diungkapkan, Sekertaris Perhimpuan Indonesia Thionghoa (INTI) Sumut, Tomi Wistan yang mengatakan kegiatan YIC ini merupakan kegiatan yang baik untuk membahas tentang bisnis dan membangun networking.

"Semakin banyak member yang bergabung YIC ini diharapakan menjadi satu kekuatan pengusaha muda  untuk membangun netwoking. Dengan semakin besarnya member YIC dapat meningkatkan ekonomi sumut dan memperbesar koneksi bisnis," ujar Tomi.

Ia menambahkan yang namanya informasi kini sudah lebih cepat berkembang sehingga daya serap seseorang juga lebih cepat. "Apa yang dibicarakan dalam talkshow ini adalah pengalaman seorang  pembicara yang sukses maka kita yakin para peserta pun dapat tumbuh menjadi pengusaha besar," ucap Tomi.

"Kita melihat banyak perusahan yang bangkrut. Generasi pertama membangun perusahaan bersama keluarga, teman dekat. Kebanyakan saat ini generasi pertama itu membangun, generasi kedua itu menikmati, ketiga menghancurkan dan generasi keempat meratapi," ucap Usli.

Ia mengatakan saat ini perusahaan terbuka itu memiliki banyak aturan yang sudah ditentukan oleh pemerintah dengan detail dan diawasi dengan berbagai pihak, baik dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan), konsultan, dan lainnya.

"Pembagian deviden itu diatur dengan jelas di perusahaan terbuka. Perusahan terbuka diawasi banyak pihak. Ada profit digunakan untuk kesejahteraan stakeholder, pemegang saham. Menjadi perusahan terbuka itu harus kerja keras, transparan, akuntabel, inovatif dan jangan ketinggalan teknologi," jelanya.

"Dalam hal spirit, kita harus punya semangat, punya etos kerja yang baik, leadership juga harus bagus. Dari dimensi etika, kita harus jujur, transparan, perusahaan kita punya visi yang baik untuk kesejahteraan orang banyak. Kemudian dimensi produktivitas, kita harus menjadi pribadi yang berkarakter dan ketiga hal ini harus berimbang,"katanya.

Ia menjelaskan Indonesia memiliki dua musim, hal ini membuat Indonesia unggul dari negara lain di bidang perkebunan dan pertanian, khususnya tanaman sawit sebagai primadona.

"Pemahaman untuk jadi investor di negara-negara maju itu 20 hingga 30 persen, sementara di Indonesia hanya 0,5 persen saja  dari penduduk Indonesia yang ingin jadi investor. Punya uang biasanya masyarakat ingin coba-coba bisnis, tapi biasanya tutup. Sebaiknya bila ada uang, investasikanlah ke saham, ucap Usli.

Sumber: (http://medan.tribunnews.com/2018/12/02/ingin-beri-inspirasi-komunitas-di-kota-medan-yec-motivasi-masyarakat-untuk-berbisnis)