Mahkota Group Bidik Dana IPO Rp 175,9 Miliar
2018-06-23 13:59:17

Petani kelapa sawit. ( Foto: Antara / Jojon )

Jakarta Perusahaan kelapa sawit, PT Mahkota Group Tbk berencana melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) dengan melepas maksinal 703.688.000 saham atau 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga penawaran Rp 200-Rp 250 per saham, maka perusahaan berpotensi maraup dana segar dari lantai bursa berkisar Rp 140,7 miliar hingga Rp 175,9 miliar.

"Dana IPO digunakan untuk pengembangan usaha," kata Direktur Utama PT Mahkota Group Tbk, Usli, di Jakarta Jumat (22/6).

Dia mengungkapkan, sekitar 60 persen dana IPO digunakan untuk pengembangan industri hilir melalui investasi ke entitas anak usaha PT Mutiara Unggul Lestari (MUL) yaitu PT Intan Sejati Andalan (ISA). Perusahaan ini akan membangun pabrik refinery dan kernel crushing plant di Kabupaten Bengkalis, Riau. "Pembangunan pabrik tersebut membutuhkan waktu 8 bulan," kata dia.

Usli menjelaskan, pembangunan pabrik refinery dan kernel crushing plant untuk memberi nilai tambah karena perseroan dapat melakukan sistem pemurnian yang menghasilkan produk turunan olein (minyak makan), sterin (bahan baku margarin dan oleochemical) serta produk turunan lainnya. "Dengan adanya pengembangan industri hilir, perseroan berharap dapat meningkatkan pendapatan," kata Usli.

Usli menjelaskan, sekitar 40 persen dana IPO digunakan untuk modal kerja ke entitas anak, yaitu PT Mutiara Unggul Lestari, PT Berlian Inti Mekar dan PT Intan Sejati Andalan.

Usli juga optimistis prospek perkebunan kelapa sawit ke depan. Kelapa sawit merupakan tanaman penghasil minyak per hektare tertinggi dari semua jenis minyak nabati lainnya. Di negara penghasil minyak yang lebih tinggi, hasil rata-rata kelapa sawit sekitar 4 ton minyak per hektare per tahun, lebih dari dua kali lipat produksi minyak per hektare dari lobak dan empat kali produksi minyak per hektare dari kedelai dan biji bunga matahari.

Minyak sawit kata dia, membutuhkan area perkebunan lebih kecil dibandingkan minyak nabati lainnya untuk memproduksi minyak yang sama. Biaya produksi per ton minyak sawit juga lebih rendah dibandingkan tanaman penghasil minyak nabati lainnya.

Indonesia kata dia, merupakan negara produsen CPO terbesar di dunia. Sampai bulan Oktober 2017, produksi CPO Indonesia 34,04 juta ton dan ekspor CPO Indonesia 26,73 juta ton. “Produksi CPO Indonesia diperkirakan akan tumbuh 7 persen YoY di 2017/2018," kata Usli.

Sementara perseroan telah menunjuk PT Panin Sekuritas Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi IPO. Jika pernyataan efektif didapat pada 29 Juni 2018, maka masa penawaran umum dilaksakana pada 3 -9 Juli 2018 dan dicatat di Bursa Efek Indonesia pada 12 Juli 2018.

 

Sumber : (http://www.beritasatu.com/ekonomi/497814-mahkota-group-bidik-dana-ipo-rp-1759-miliar.html)