Menakar Tren Pergerakan Saham IPO
2018-12-14 16:08:54

Saham sektor perbankan, CPO dan batubara masih berprospek bagus

Willem Kurniawan Lombu

   JAKARTA. Saham-saham pendatang baru bursa efek di tahun ini menjadi perhatian pasar. Sebab, mayoritas harganya melonjak pada hari perdagangan perdana di pasar sekunder. Namun, setelah sekitar tiga bulan melantai di bursa, tren pergerakan harganya kini mulai terbentuk.

   Dari 34 saham yang listing periode Januari-Agustus, sejumlah saham menunjukkan tren positif. Top gainers antara lain dicetak Transcoal Pacifi c (TCPI), Andira Agro (AGRO) dan Mahkota Group (MGRO). Sebaliknya, top losers, yaitu Guna Timur Raya (TRUK), MD Pictures (FILM) dan Sinergi Megah Internusa (NUSA) (lihat tabel).

   Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji menyebut, pergerakan saham selama tiga hingga enam bulan setelah IPO, sudah cukup bisa memberi gambaran tren pergerakan harga. Naik atau turun harga saham akan mengikuti permintaan di pasar.

   Mino, analis Indo Premier Sekuritas, menilai, sulit menganalisa pergerakan dan kelayakan investasi saham IPO bila baru diperdagangkan kurang dari tiga bulan. Bahkan kadang sampai enam bulan, kelayakan investasi masih sulit terlihat. Alasannya, harga saham IPO kerap dikondisikan alias digoreng.

   Oleh karena itu, tak aneh bila setelah tiga bulan atau enam bulan harga saham IPO berbalik arah. Harga mulai menggambarkan kondisi sebenarnya. "Mungkin sudah tidak diminati sejak kenaikan tertingginya," kata William Hartanto, analis Panin Sekuritas, Selasa (11/12).

   Dus, bila ingin berinvestasi di saham IPO, investor idealnya tetap mempelajari bagaimana prospek kinerja dan bisnis si emiten. Investor bisa menemukan data-data tersebut dengan membaca prospektus.

Saham pilihan

   Menurut Mino, di antara saham-saham IPO tahun ini, yang paling menarik yaitu BTPS. Penyebabnya, tahun depan, sektor perbankan diprediksi masih tumbuh setidaknya sama dengan tahun ini.

   Sementara, William merekomendasikan saham MSIN, MGRO dan IPCC. Dia beralasan, kenaikan harga saham-saham tersebut bukan karena aksi gorengan. "Istilahnya tren sehat dibandingkan yang lain, fundamental masih bagus," ujar dia.

   Misalnya, kinerja MGRO ke depan bisa terdongkrak dengan adanya kewajiban biodiesel (B20), yang juga berpotensi dinaikkan menjadi B30. Sementara, prospek MSIN cukup bagus dengan inovasi produk konten.

   Sedangkan, IPCC berpeluang tumbuh dengan menambah usaha patungan bersama Triputra. "TCPI justru riskan. Naik ketinggian dan masih disuspensi. Biasanya kalau suspensi lama, ketika dibuka akan banyak yang jualan," imbuh William.

   Nafan menilai, investor bisa melihat tren pergerakan harga tiga hingga enam bulan terakhir. Jika sudah bearish consolidation atau sideways, sebaiknya dihindari. "Yang cukup bagus tahun depan saham perbankan, CPO dan batubara," prediksi dia.

Sumber: (Harian Kontan, Rabu 12 Desember 2018)