Pasca IPO, Mahkota Group Segera Bangun Industri Hilir
2018-07-05 14:36:49

Jajaran Direksi dan Komisaris PT Mahkota Group Tbk dengan Direktur PT Panin Sekuritas Prama Nugraha dan Pimpinan Cabang PT Panin Sekuritas Medan Darmin SE MBA CIMBA, Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Medan Muhammad Pintor Nasution
MATATELINGA, Medan : Perencanaan yang sangat matang yang telah dilakukan pemegang saham dan diskusi dengan karyawan, PT. Mahkota Group Tbk akhirnya berhasil menggelar Initial Public Offering (IPO) atau Penawaran Umum Perdana Saham dengan melaksanakan Due Diligence Meeting dan Public Expose di Medan, Rabu (4/7). 

Penawaran Umum Perdana Saham sebanyak 703.688.000 lembar saham biasa atas nama, atau sebanyak 20% dari total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh, dengan harga penawaran Rp225 per saham. Dengan harapan, hasil IPO akan dimanfaatkan untuk pengembangan usaha ke depan.



IPO PT.Mahkota Group Tbk akan berlangsung dari tanggal 3 - 9 Juli 2018, alokasi saham akan dilakukan 10 Juli 2018, kemudian 12 Juli 2018 akan listing di Bursa Efek Indonesia dengan kode "MGRO". Market saham tersebut diperkirakan lebih banyak dibeli masyarakat Sumatera Utara, kemudian nasabah PT.Panin Sekuritas di sejumlah cabang.

Direktur Utama PT.Mahkota Group Tbk, Usli, mengatakan sebanyak 60% hasil IPO tersebut akan digunakan untuk pengembangan industri hilir, seperti pembangunan pabrik Refinery (80% minyak goreng dan 20% produk turunan lainnya), kemudian Kernel Crushing Plant (pabrik inti kelapa sawit), sedangkan 40% sisanya akan digunakan untuk modal kerja ke anak perusahaan. 



"Pabrik industri hilir akan dibangun terhitung tiga bulan setelah perseroan menerima dana hasil IPO. Dibutuhkan waktu 8 bulan untuk membangun pabrik industri hilir, itu artinya kira-kira pada Oktober 2019 sudah siap untuk operasional", kata Usli kepada sejumlah media.

Secara rinci Usli menjelaskan, bahwa pembangunan industri hilir akan memberi dampak positif dan nilai tambah bagi perseroan. Dengan adanya pabrik tersebut, perseroan dapat melakukan sistem pemurnian dan menghasilkan produk turunan olein (minyak goreng) dan sterin (bahan baku margarin dan oleochemical) serta produk turunan lainnya.
"Industri hilir ini juga akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pekerjaan," tegasnya.

Usli didampingi Direktur Pengembangan Usman Sarsi, Direktur Operasional Fuad Halimoen, Direktur Independen Nagian Toni, Komisaris Utama Mily, Komisaris Lily, Komisaris Independen Harry Kurniawan, menyampaikan bahwa harga produk turunan CPO seperti minyak goreng relatif stabl dibandingkan harga CPO yang fluktuatif.
"Apalagi 60 % bahan baku industri hilir ini bisa kita support sendiri dari 6 pabrik kelapa sawit (PKS) kita, dimana 4 PKS di Riau, 1 PKS di Tebing Tinggi dan 1 PKS di daerah Rantauprapat,  sisanya dipasok masyarakat dan perusahaan lainnya. Apalagi kita memiliki 26 unit tanki timbun di Dumai dengan kapasitas 76.000 ton", katanya.

Pada acara IPO PT Mahkota Group Tbk yang digelar di Grand Ballroom Hotel JW Marriot Medan, masyarakat dan undangan yang hadir pada acara tersebut sangat antusias. Hadir juga pada kesempatan itu Direktur PT Panin Sekuritas Prama Nugraha dan Pimpinan Cabang PT Panin Sekuritas Medan Darmin SE MBA CIMBA, Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Medan Muhammad Pintor Nasution.
Editor: James P Pardede