UA-136443515-1
Garap Proyek Biogas, Mahkota Grup Bakal Jual ke PLN

PT Mahkota Group Tbk (MGRO) akan mengembangkan proyek biogas di Indonesia. Perseroan pun melalui anak usahanya menandatangani dua definitive agreement (perjanjian definitif) untuk mengembangkan proyek biogas di Indonesia dengan Gree Energy di dua pabrik kelapa sawit. 

“Proyek biogas tersebut akan terhubung ke perusahaan listrik Indonesia, PLN, masing-masing dengan Perjanjian Jual-Beli Listrik selama 20 tahun yang saat ini sedang dikembangkan,” kata CEO PT Mahkota Group Tbk, Usli Sarsi, di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Menurutnya, proyek biogas dengan total 3 MW ini akan menghasilkan listrik yang bersih, andal, dan menjangkau lebih dari 27.000 orang dengan 16 GWh listrik yang dihasilkan per tahun. Proyek ini berupaya menanggulangi dampak dari perubahan iklim melalui solusi inovatif dengan mengurangi 76.000 ton emisi CO2 per tahun yang setara dengan emisi 42.000 orang. 

 Selain itu, total 13.000 ton BOD (kebutuhan oksigen biologis) akan dibersihkan per tahun, setara dengan limbah domestik yang dihasilkan oleh 1.600.000 orang. Proyek-proyek tersebut akan berkontribusi pada kilang-kilang pengolahan Mahkota Group di Riau, dimana kebutuhan CPO akan meningkat, dan turut menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan sejalan dengan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil), dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui inovasi proyek energi terbarukan.

"Kami berharap kemitraan dengan GREE Energy akan membawa dampak positif bagi masyarakat dan berkontribusi pada pengurangan emisi, yang sejalan dengan nilai-nilai kami dalam menerapkan standar keberlanjutan ISPO. Manfaat dari proyek ini akan menambah pendapatan perseroan dan sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan," kata  .

 Sementara itu CEO dan Pendiri Gree Energy, Nicolas Strirer mengatakan dirinya sangat senang dapat bermitra dengan grup besar seperti Mahkota dan membantu mereka dalam transisi mereka ke produksi yang lebih berkelanjutan, mengurangi secara dramatis emisi gas rumah kaca dari 2 pabrik mereka. 

 “Kemitraan ini juga akan mendorong ekonomi lokal dan mempromosikan pembangunan yang inklusif dan kesejahteraan di desa-desa di sekitar proyek,” pungkasnya.

Sumber : wartaekonomi