UA-136443515-1
Mahkota Group bukukan penurunan pendapatan 2% di semester-I Tahun ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mahkota Group Tbk (MGRO) masih terus mengejar performa bisnisnya sampai akhir tahun ini. Sepanjang paruh pertama tahun ini kinerja perseroan tercatat mengalami penurunan.

Merujuk laporan keuangan semester-I 2019 penjualan bersih tercatat senilai Rp 817,35 miliar atau turun 2,2% dibandingkan periode yang sama tahun kemarin Rp 836,59 miliar. Namun beban pokok penjualan dapat ditekan hingga 5,1% year on year (yoy) menjadi Rp 742,77 miliar sampai akhir Juni 2019 ini.

Alhasil laba kotor MGRO terkerek naik 38,6% dari Rp 53,8 miliar di semester-I 2018 menjadi Rp 74,58 miliar di semester-I 2019. Pos beban administrasi, keuangan dan lainnya menggerus keuntungan perseroan dan menyisakan rugi bersih senilai Rp 397 juta sampai akhir Juni 2019.

Rugi bersih tersebut menyusut dibandingkan jumlah rugi bersih di semester-II 2018 yang tercatat senilai Rp 18,12 miliar. Persoalan fluktuasi harga Crude Palm Oil (CPO) sepanjang semester-I memang menjadi tantangan perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya.

Namun Elvi, Sekretaris Perusahaan PT Mahkota Group Tbk (MGRO) melihat belakangan ini ada kesempatan dengan membaiknya harga CPO di Agustus tahun ini.

Baca Juga: Mahkota Group (MGRO) beri corporate guarantee Rp 200 miliar untuk pinjaman anak usaha

"Sebagaimana diketahui belakangan ini harga CPO mengalami peningkatan akibat naiknya ekspor dari Malaysia namun harga tersebut masih rentan akan berfluktuasi akibat sentimen negatif dari uni eropa dan kelebihan stok," terangnya kepada Kontan.co.id, Selasa (27/8).

Untuk itu Elvi bilang beberapa program inovasi pemerintah seperti produksi avtur serta bahan bakar bio diesel dari CPO sangat diharapkan dapat berjalan dengan baik. "Sehingga dapat merubah arah perdagangan global serta mempertahankan stabilitas harga," sebutnya.

Segmen CPO sampai semester-I 2019 masih mendominasi penjualan bersih MGRO sebanyak 77,8% dari total revenue atau sekitar Rp 636,31 miliar. Namun kenaikan penjualannya hanya 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 623,29 miliar.

Sumber : kontan.co.id