UA-136443515-1
Mahkota Group (MGRO) berharap dari penjualan refinery pada tahun ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mahkota Group Tbk (MGRO) pada tahun 2019 optimis mampu mencatatkan pendapatan mencapai Rp5 triliun, didukung oleh kontribusi dari penjualan refinery yang diperkirakan mencapai 40% dari total pendapatan.

Sebagai informasi, pabrik refinery tersebut diperkirakan akan beroperasi pada Agustus 2019. MGRO menganggarkan belanja modal sebesar Rp 200 miliar di 2019 yang akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan refinery dan membangun tangki timbun.

"Sumber pendanaan akan berasal dari sisa dana IPO dan external financing," ujar Elvi, Sekretaris Perusahaan MGRO dalam siaran pers, Selasa (9/4)

Pada tahun lalu, MGRO mencatatkan pendapatan di 2018 sebesar Rp2 triliun naik 13,5% yoy yang didukung oleh kenaikan volume penjualan sepanjang tahun 2018. Volume penjualan CPO MGRO tercatat sebesar 212.129 ton naik 34,7% yoy, meningkat lebih tinggi dibandingkan penurunan harga ASP CPO sepanjang 2018 yang secara rata-rata tercatat turun sebesar 13,3% yoy.

Meningkatnya volume penjualan CPO didukung oleh meningkatnya demand CPO dari salah satu konsumen terbesar MGRO yaitu PT Musim Mas. Pendapatan masih didominasi oleh segmen CPO yang berkontribusi sebesar 75,7% dari total pendapatan, atau setara dengan Rp 1,65 triliun.

Sepanjang tahun 2018, MGRO juga mampu mencatatkan kenaikan volume produksi CPO mencapai 38% yoyatau setara dengan 219.149 ton sedangkan tahun 2017 sebanyak 158.720 ton.

Hal ini didukung oleh meningkatnya jumlah pembelian TBS sebesar 35,6% yoy menjadi 1,2 juta ton yang dipicu oleh meningkatnya hasil panen TBS sepanjang tahun 2018.

Selain itu, utilisasi 4 PKS yang dimiliki oleh MGRO juga meningkat lebih tinggi dibandingkan historis seiring dengan meningkatnya pembelian TBS. Manajemen perusahaan memperkirakan tingkat utilisasi PKS sepanjang 2018 dapat mencapai level 80% meningkat dibandingkan tren historis di kisaran 60%-70%.

Ditengah meningkatnya pembelian TBS, harga beli TBS tercatat turun sebesar 9,2% yoy, sehingga MGRO mencatatkan peningkatan marjin laba kotor di 2018 menjadi 13,0%. Sejalan dengan hal ini, marjin laba operasi dan laba bersih juga turut meningkat di 2018 dengan masing-masing tercatat sebesar 7,7% dan 4,2%.

Selain dari turunnya harga pembelian TBS, MGRO juga mencatatkan penurunan beban keuangan sebesar Rp 10,7 miliar didukung oleh penurunan tingkat utang dimana net gearing ratio tercatat sebesar 0,28x di 2018 dibandingkan 2017 : 0,96x.

Sumber : kontan.co.id