UA-136443515-1
Memajukan Perusahaan Melalui Pendanaan Pasar Modal

Medan, (Analisa). Dalam mendukung dan mendorong perusahaan di Sumut lebih maju dan ber­kembang melalui pendanaan di Pasar Modal, PT Bursa Efek Indonesia, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia bekerja sama dengan Aso­siasi Pengusaha Indonesia (Apin­do) Sumut mengadakan workshop go public dengan tema “Siapa Takut Go Public”, di Medan, Selasa (26/3).

Kepala Bagian Penga­wasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Risca Bernadetta menjelasakan proses penawaran umum saham (IPO). Man­faat yang dapat dira­sakan perusahaan yang mela­kukan IPO yakni mendapat­kan pendanaan yang fleksibel, struktur permodalan dan keuangan ekspansi dan mo­dal kerja. Adanya intensif pajak 5% bagi perusahaan yang kepemilikan publik minimal 4% dan memenuhi persyaratan tertentu lainnya.

“Pendanaan yang diper­oleh dari IPO dapat diper­gunakan untuk memper­baiki struktur permodalan dan mening­katkan kapasitas ke­uangan perusahaan untuk ekspansi dan modal kerja,” ung­kapnya.

Kepala Devisi Penilaian Perusahaan 3 PT Bursa Efek Indonesia, Goklas Tam­bunan mengulas tentang peluang pen­danaan perusahaan me­nuju pertum­buhan yang optimal melalui pasar modal Indonesia.

Dikatakaknya salah satu opsi penda­naan dilakukan melalui pasar modal dengan melibatkan investor publik. Pen­danaan memiliki peran penting untuk meningkatkan kapasitas usaha dan mem­percepat pertumbuhan pe­rusahaan. “Pendanaan melalui pena­waran umum saham memi­liki akses jumlah pendanaan luas, tidak dibatasi tenor dan pengem­balian yang flek­sibel,” ung­kapnya.

Berbeda dengan pen­da­naan melalui keluarga dan rekan atau pemilik peru­sahaan dikondisikan dengan kondisi cash flow induk, tidak dibatasi tenor dan pengem­balian yang fleksibel. Me­lalui penjamin bank rata-rata tenor 4-5 tahun, akses jumlah pendanaan relatif terbatas dan dibatasi oleh debt to equity ratio. Sedangkan surat hutang  rata-rata tenor 1-10 tahun, akses jumlah pen­danaan luas dan dibatasi debt to equity ratio.

Direktur Panin Sekuritas, Prama Nugraha memberikan bagaimana kiat-kiat per­siapan untuk IPO. Ada bebe­rapa tahap IPO yakni per­siapa IPO, pendaftaran pen­catatat efek di BEI, pernya­taan pendaftaraan ke OJK, penentuan struktur IPO serta Listing. Dokumentasi yang perlu disiapkan dalam mela­kukan pendaftaran IPO yak­ni aspek keuangan, legal, keter­bukaan.

‘Success Story’

Pada acara workshop ter­sebut juga menghadirkan dua direktur utama yang berhasil da­lam pengembangan peru­sahaan setelah go public.

Presiden Direktur  PT Mark Dynam­ics Indonesia Tbk, Ridwan Goh langkah go public dilakukan salah satu alasan pengembangan peru­sahaan dengan membangun pabrik baru di Jalan Utama Dusin I Desa Dalu X-A, Kecamatan Tanjung Mo­rawa, Deliser­dang.

Setelah perusahaan men­jadi go public, perhatian emiten untuk mening­katkan shareholder value dengan men-deliver business plan dan prospek usaha jangka pan­jang.

Direktur PT Mahkota Group Tbk, Usli Sarsi me­nga­takan kendala yang ter­sulit perusahaan keluarga adalah menyatukan persepsi terhadap go public ditambah de­ngan persoalan lain seperti laporan pajak dan se­ba­gainya.

“Kendala memutuskan untuk go public yang paling lama karena belum ada ke­samaan semua pemilik peru­sahaan,” sebutnya.

Alasan kuat untuk mela­kukan go public perusahaan memiliki rencana bisnis hingga tahun 2022 dengan melakukan pem­bangunan pabrik refinery, kernel cruch­ing plant dan fraksiniasi. Penge­masan minyak go­reng, pembangunan bio diesel dan Bio-CNG.

Pembangunan power plant 12 MW, akuisisi perkembunan sawit 5000 hektare dan produksi oleoc­hemical. Dengan go public perencanaan bisnis yang disusun akan lebih dapat tercapai. (rin)

Sumber : Analisa